1. Sistem penggerak
Lift rumah konvensional yang menggunakan mekanisme traksi atau hydraulic biasanya membutuhkan area mesin dan proses sipil ekstra, misalnya galian pit yang dalam. Komponen tersebut sering menjadi pemicu ongkos tambahan dalam tahap pemasangan.
Sebaliknya, sistem screw-drive (ulir) yang dirancang spesifik bagi hunian memungkinkan instalasi tanpa perlu perombakan struktural besar.
Metode tersebut menjadikan ongkos instalasi lebih terkendali walaupun biaya produk di awal terlihat lebih tinggi.
2. Asal manufaktur dan developer inovasi
Sama industri otomotif, asal pabrikan menggambarkan mutu inovasi teknologi. Elevator hunian yang dirancang secara langsung oleh prinsipal serta factory (factory direct) umumnya memiliki standar keselamatan ketat dan konsep design yang tak lekang waktu.
Melalui cara sebagai developer teknologi, bukan sekadar perakit, produk lift rumah screw-drive cenderung punya stabilitas mutu serta durabilitas jangka panjang. Meski biaya di awal cenderung mahal dibandingkan rakitan lokal maupun import, usia pakai yang lama membuat perhitungan investasi tahunan makin masuk akal.
3. Kustomisasi dan tampilan
Opsi desain seperti panel glass panoramik, color cabin yang dikustom sesuai interior, hingga rincian panel kontrol (COP) akan menentukan harga final. Di hunian masa kini, aspek ini dianggap sebagai bagian dari integrasi desain interior, bukan tambahan semata.
Pendekatan ini tercermin di lini X-Series milik Kalea Lift, termasuk model X80 Limited. Model tersebut mengusung tak lekang waktu Skandinavia design, teknologi screw-driven tanpa perlu ruang machine room, serta dinding kaca full yang memberi kesan ruangan terbuka. Rancangan COP yang minimalis membantu lift selaras secara visual dengan interior rumah.
Sebagai kalea lift sebuah lift hunian premium yang dirancang langsung oleh prinsipal, harga Kalea berawal dari 600 juta rupiah, sebanding dengan mutu material, standar safety Eropa, dan keluwesan desain yang ditawarkan untuk pemakaian jangka panjang.